12 Jenis Fotografi yang Bisa Kamu Pelajari Sebagai Pemula

By | April 7, 2020
Share Article:

Saat saya memulai hobi fotografi dan punya keinginan menjadi fotografer profesional, saya mencoba segala jenis fotografi. Semua genre fotografi yang saya coba antara lain; foto model, foto landscape, street photography/fotografi jalanan, fotografi pernikahan/wedding, jurnalistik, dan lainnya.

Dengan kamera seadanya yang saya miliki, saya mencoba semua genre/jenis fotografi. Nah, bagi kamu yang baru memulai, saya mencoba membantu untuk memberi gambaran beberapa genre/jenis photography yang populer.

Baca juga:
* Foto ‘Baper’ Pantai Gigi Hiu Lampung

Karena semakin banyak mendapat pengalaman foto, kita akan semakin memahami bahwa sulit untuk menguasai semua gaya fotografi. Dan bisa jadi kita akan gagal berhasil dalam satu genre, karena berusaha untuk menguasai semuanya.

Jenis Fotografi

Berikut ini beberapa jenis fotografi yang dapat kamu coba dan pelajari sebagai fotografer pemula.

1. Portrait Photography / Fotografi Portrait

contoh foto - Grand Mother at Sa' dan Toraja - Budhi Marta Utama - kategori Portrait  Photography.jpg
(Foto: Budhi Marta Utama)

Fotografi potret atau portraiture adalah fotografi dari seseorang, kelompok, atau tokoh yang menggambarkan ekspresi, kepribadian, atau perasaan subyek foto tersebut.

Fotografi genre ini biasanya fokus pada wajah subyek foto. Walaupun bisa saja ada latar belakang dan latar belakang di dalam foto.

Menurut pengamatan kami, fotografi jenis ini banyak diminati dan dieksplorasi. Termasuk juga fotografer pemulu, mereka berusaha menangkap kepribadian subyek dalam foto mereka.

Untuk hasil foto yang lebih baik, kamu bisa lebih mendekat ke orang yang mau kamu foto. Sehingga ekspresinya bisa terlihat dan terekam dengan jelas.

Bagi pengguna kamera handphone (HP), mencoba fotografi portrait akan terasa lebih santai dan alami. Karena yang difoto lebih merasa santai dan rileks melihat kamera kita yang simpel.

2. StillLife Photografi

contoh foto StillLife Photografi - bermain dengan lighting - kelasfoto.com - yopiefranz
(Foto: dok. yopie pangkey)

Still Life Photography adalah fotografi yang subyek fotonya benda mati dan tidak bergerak. Kamu bisa mengatur benda yang akan difoto dengan bebas. Termasuk juga bisa mengatur pencahayaan sesuai kemauan dan kebutuhan.

Dari fotografi still life, kamu dapat mengembangkan diri menjadi fotografer produk yang banyak dibutuhkan berbagai perusahaan.

Asyiknya menekuni still life photography ini adalah, kamu bebas menempatkan obyek dan mengatur pencahayaan. Bisa di dalam ruangan ataupun diluar ruangan.

Beberapa fotografe menggunakan light box, sehingga dapat mengatur jenis dan arah cahaya.

3. Landscape Photography / Fotografi Lanskap

contoh foto gambar danau laut tawar - landscape photography - fotografi lanskap -  yopie pangkey - kelasfoto
Foto Danau Laut Tawar. (Foto: dok. yopie pangkey)

Bagi kamu yang suka bepergian dan suka menikmati pemandangan, biasanya juga suka foto lanskap. Tidak terbatas di setting horisontal, foto vertikal pun tak jadi masalah, sesuai dengan selera.

Bagi kamu yang menggunakan kamera HP, akan perlu upgrade ke kamera yang lebih baik dengan lensa yang tepat. Sehingga kamu dapat mennghasilkan foto lanskap yang lebih menawan.

4. Food Photography / fotografi makanan

contoh genre fotografi - food photography - fotografi makanan - yopiefranz.id - yopie pangkey
(Foto: dok. yopie pangkey)

Sekitar 10an tahun lalu, bicara Food Photography terasa sangat ribet terutama soal teknik. Di era modern saat ini seiring dengan berkembangnya media sosial dan kamera digital, maka fotografi makanan terasa lebih mudah.

Kamu sudah bisa memotret makanan untuk bersenang-senang maupun keperluan pemasaran. Selagi pencahayaan cukup, hasil foto dari kamera ponsel, sudah bisa mencukupi.

5. Sport Photography / Fotografi Olahraga

contoh foto - sport photography - jenis fotografi olahraga - kelasfoto.com - Budhi Marta Utama
(Foto: Budhi Marta Utama)

Fotografi olahraga adalah genre yang banyak ditekuni oleh fotografer profesional. Selalu menggunakan pemotretan kecepatan tinggi. Fotografernya biasanya dilengkapi dengan lensa tele yang berat, namun bisa zooming ke subyek foto dan memotret dengan kecepatan rana tinggi.

Biasanya fotografer olahraga menggunakan setting ISO tinggi, sehingga bisa mendapatkan perpaduan diafragma kecil dan kecepatan tinggi. Dan hasil fotonya tidak ada yang terdapat efek goyang dan kurang terang.

6. Macro Photography

Macro Photography adalah jenis fotografi untuk mendapatkan detail subyek foto dengan jarak sangat dekat (extreme close-up), namun tidak memerlukan bantuan alat pembesar optik seperti mikroskop.

Biasanya mengambil subyek foto yang sangat kecil, organisme kecil seperti serangga. Ukuran subyek di hasil foto jauh lebih besar dibanding dengan ukuran aslinya.

Kalau kamu ingin memiliki foto yang luar biasa, maka fotografi makro cocok untukmu. Namun bisa jadi bukan bidang yang tepat untuk sumber mata pencaharian.

7. Street Photography / Fotografi Jalanan

Contoh Foto Pasar Gawok Jogja - kelasfoto.com - Budhi Marta Utama - kategori fotografi jalanan -  Street Photography
(Foto: Budhi Marta Utama)

Street Photography adalah genre yang sangat menarik, terutama bagi yang bisa membawa kamera kemana-mana. Terasa unik bisa merekam aktivitas manusias seharai-hari dengan tidak terencana ataupun terencana.

Hal terbaiknya adalah, kamu bisa menggunakan berbagai jenis kamera untuk fotografi jalanan. Termasuk kamera ponsel/HP.

Dan asyiknya lagi, foto-foto genre ini sering cocok dan ditampilkan di majalah, surat kabar, blog, termasuk media sosial.

8. Fashion Photography

Tari Pahar - fashion photography - fotografi mode - yopiefranz.id - yopie pangkey

Fotografi Mode adalah salah satu jenis fotografi yang banyak digemari, baik oleh fotografernya sendiri maupun kebutuhan pasar.

Biasanya menampilkan selebriti dan model. Di berbagai daerah di Indonesia sudah banyak agency yang menawarkan modelnya untuk difoto.

Foto Fashion/Mode/Model bisa dilakukan di studio maupun di luar ruangan (outdoor). Dan kamu perlu membekali diri dengan banyak keterampilan. Seperti berurusan dengan banyak orang, pose, artistik dan teknis.

9. Photojournalism / Fotografi Jurnalistik

Contoh foto jurnalistik - Perdiansyah - IG @ferdi_awed
(Foto: IG @ferdi_awed)

Tidak perlu bingung dengan apa perbedaan foto jalanan dengan foto jurnalistik. Bedanya, foto jurnalistik adalah foto yang sudah dipublikasikan di surat kabar.

Biasanya mencakup adegan, cerita khusus yang lebih bersejarah dalam satu ruang lingkup. Foto jurnalistik memerlukan keahlian untuk menangkap momen jujur yang menceritakan suatu kejadian.

Dalam beberapa kasus, foto-fotonya tidak selalu sempurna. Namun kisah yang digambarkan membuat foto tersebut sangat berarti.

10. Event Photography / Fotografi Acara

Foto event Festival Krakatau - yopiefranz-id - yopie pangkey
(Foto: dok. yopie pangkey)

Event Photography adalah jenis fotografi yang luas dan populer. Mencakup banyak acara, seperti foto pernikahan, ulang tahun, dan bahkan rapat perusahaan. Kamu perlu menggunakan campuran teknik fotografi disini untuk mendapatkan foto di event photography.

Kamu juga harus bisa merangkai kisah/menceritakan satu kisah melalui foto-fotomu dalam fotografi jenis ini. Jangan hanya sekadar meliput acara.

Akan lebih baik kamu membuat daftar pemotretan, apa saja yang harus diambil selama event sehingga tidak melewatkan momen pentingnya. Dan tak kalah penting, biasanya kamu akan memerlukan beberape jenis lensa.

11. Documentary Photography / Fotografi Dokumenter

jenis fotografi - Pelantikan Gubernur - foto dokumenter - contoh foto documentary - yopie pangkey - kelasfoto
Foto Ridho Ficardo di hari pelantikannya sebagai Gubernur Lampung. Juga sebagai gubernur termuda se-Indonesia saat itu di usianya yang masih 33 tahun. (Foto: dok. yopie pangkey)

Pernah mendengar kisah atau foto-fotonya fotografer perang? Nah, mereka dari pers ini bisa kita anggap fotografer yang menekuni genre fotografi dokumenter. Termasuk jurnalis foto lainnya yang membahas masalah sosial, ekonomi, dan politik yang jauh lebih penting secara historis.

Yang mereka bidik adalah emosi mentah dan jujur dalam situasi kehidupan nyata, terutama momen penting dalam suatu waktu.

Dan bukan hanya sekadar foto, mereka selalu menambahkan keterangan/informasi di setiap fotonya.

12. Architectural Photography / Fotografi Arsitektur

Contoh gambar foto - Jenis Fotografi - Architectural Photography - Fotografi Arsitektur - yopiefranz.id - yopie pangkey
Bagian dalam menara air yang ada di Kota Metro, Lampung. (Foto: dok. yopie pangkey)

Kalau kamu mencari peluang usaha, maka Architectural Photography adalah jenis yang pas untukmu.

Ada banyak setiap harinya para arsitek, desainer, perusahaan leasing, dan investor, yang membutuhkan foto arsitektur. Baik itu foto eksterior maupun interior.

Disini kamu sangat memerlukan keterampilan artistik dan teknis yang mumpuni, serta lensa yang sesuai.

Kalau sudah menguasai Architectural Photography, kamu bisa beralih juga ke fotografi real estate. Terutama rumah, apartemen, kondominium, beserta interiornya.

Kalau serius di genre ini, maka kamu perlu berinvestasi untuk membeli beberapa peralatan tambahan, seperti lensa tilt-shift, tripod berkualitas tinggi, panorama head.

Pelu juga memiliki bubble level untuk menjaga garis horisontal dalam fotomu sejajar dengan garis horisontal di dunia nyata.

Jenis Fotografi Mana yang Cocok Untuk Saya?

Saat memulai hobi fotografi, pertanyaan ini akan sering muncul di benakmu. Bisa jadi sejauh ini kamu sudah mencoba antara 3-5 genre diatas. Dan apa yang sudah kamu lakukan itu adalah sangat wajar, karena sedang dalam proses menemukan kecocokan.

Di saat kamu berpikir kamu harus menjadi fotografer yang unggul atau berpenghasilan/karir, maka kamu perlu memilih satu genre saja. Dan mem-branding dirimu sebagai fotografer jenis tertentu tersebut.

Tanyakan Dirimu

Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa kamu jawab sendiri, saat memilih genre mana yang cocok untuk kamu tekuni.

Apa yang Kamu Sukai?

Saat ini, bahkan kalau kamu seorang pemula pun, mungkin sudah mencoba 2-3 jenis fotografi yang kamu anggap menarik. Dan kalau kamu antusias dan memiliki keinginan menjadi pro, saya yakin kamu sudah menemukan genre yang kamu paling suka.

Jika demikian, maka itu sudah menjadi pertanda baik. Kamu sudah menemukan yang tepat.

Apa yang sebenarnya Kamu Kuasai?

Apa yang kamu sukai belum tentu apa yang kamu kuasai. Ada 2 solusi yang bisa kamu pilih.

Kamu bisa melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kemampuan dalam kategori yang kamu suka, sampai kamu terampil.

Atau bisa juga kamu belajar mencintai/menyukai apa yang sudah kamu kuasai.

Jangan kejar semuanya. Sudah terbukti di banyak fotografer, mereka memilih melepaskan apa yang tidak tepat bagi mereka.

Apa Perlu Peralatan Tambahan?

Beberapa kategori fotografi mengharuskan kita untuk update peralatan tambahan yang harganya mahal. Seperti body camera, lensa, filter, lighting, dan aksesoris lainnya.

Kalau tidak siap berinvestasi pada peralatan tersebut, ada baiknya kita memilih ketegori lain yang bisa kita eksplorasi dengan alat yang kita miliki.

Sesuai dengan Kepribadian dan Gaya Hidup Kamu?

Banyak kategori fotografi diatas mengharuskan kita untk keluar dari zona nyaman. Membuat kita berada di dalam tekanan dan bahkan beberapa bisa membahayakan hidup.

Kamu bebas memilih untuk menembus segala keterbatasanmu sendiri. Namun kau harus memahami bahwa kedepannya akan ada lebih banyak tantangan dan kesulitan. Dan mungkin itu sepadan dengan hasil yang bisa kamu peroleh.

Seperti apa Persaingannya?

Jenis fotografi seperti fashion, wedding, food photography, saat ini memiliki pasar yang luas dengan bayaran yang cukup lumayan.

Sehingga bisa dibilang, ceruk ini akan sulit kamu terobos dan berhasil.

Tapi kalai kamu percaya diri akan kemampuanmu, maka kamu bisa mengejar orang-orang yang sudah sukses terlebih dahulu di genre tersebut.

Atau bisa juga dengan masuk ke ceruk yang lebih spesifik lagi, seperti foto pre-wedding di alam bebas, foto still life mainan anak-anak dan perhiasan, foto kosmetik, dan lainnya.

Berapa Harganya?

Beberapa kategori lebih menghasilkan dan menawarkan tawaran job/pekerjaan yang lebih stabil. Jadi kamu perlu melakukan riset kecil-kecilan mengenai besaran pendapatan dari genre yang akan kamu pilih.

Namun kalau kamu tidak memiliki masalah dengan besaran bayaran, misal untuk kepuasan pribadi akan hasil artistik, maka kamu bisa saja masuk kedalam salah satu jenis fotografi diatas.

Apakah Mungkinkan Bekerja Secara Lokal?

Banyak fotografer yang harus bepergian ke berbagai tempat untuk mengerjakan proyek fotonya. Kalau kamu suka bepergian, ya tidak menjadi masalah.

Namun kalau kamu tidak suka dengan gaya hidup bepergian tersebut, maka sebaiknya memilih ceruk fotografi lain dan tetap berada di area yang kamu nyaman.

Dimana Kamu Ingin Berhasil?

Nah disini kamu perlu memikirkan produk akhir yang kamu inginkan.

Kalau kamu sudah memikirkan dan memilih subyek yang kamu minati, gaya dan kategori apa, langkah selanjutnya untuk menjadi fotografer profesional adalah memikirkan produk akhir.

Kalau kamu tertarik menunjukkan hasil fotomu sebagai karya seni, maka kamu harus mempertimbangkan hasil foto yang mana yang bagus untuk dicetak dan dipamerkan di acara-acara pameran foto misalnya. Atau juga dicetak menjadi sebuah coffee table book yang menawan.

Baca juga:
* 7 Pesona Wisata Alam Suoh Lampung Barat

Demikian penjelasan mengenai genre atau jenis jenis fotografi yang bisa kamu pelajari sebagai pemula. Untuk awal bisa saja mencoba semua genre tersebut. Namun pada akhirnya seiring berjalannya waktu dan jam terbang, kita pasti akan mengerucutkan pilihan jenis fotografi. Selamat mencoba!

Share Article: