Apa Itu Ventilator? Apa Fungsi dan Bagaimana Cara Kerjanya?

By | April 30, 2020
Share Article:
Foto Gambar Medical Ventilator - apa itu ventilator - sonashomehealthcom
Apa itu ventilator? Sebelum kita bahas, bisa lihat dulu gambar alat Medical Ventilator ini. (Sumber: sonashomehealth.com)

Apa itu ventilator? Pertanyaan ini muncul setelah maraknya berita-berita di media online mengenai wabah Covid-19. Pasien yang positif terpapar virus corona dan kondisinya memburuk membutuhkan alat ini. Bentuknya seperti apa, apa fungsi, dan bagaimana cara kerja ventilator?

Ventilator adalah mesin yang menyediakan ventilasi mekanis dengan menggerakkan udara dari dan keluar paru-paru. Alat ini membantu memberikan napas kepada pasien yang secara fisik kurang atau tidak dapat bernapas.

Baca juga:
* Disinfektan TH4+ Ampuh Membasmi Bakteri, Jamur, dan Virus

Nama lain ventilator:

  • respirator
  • breathing machine (mesin pernapasan)
  • mechanical ventilation (ventilasi mekanis)

Ventilator modern adalah mesin dengan kontrol mikroprosesor yang terkomputerisasi.

Cara Kerja Ventilator

apa itu ventilator adalah - cara kerja ventilator - bbc
(Gambar: bbc.com)

Mesin ventilator akan mengatur proses menghirup dan menghembuskan udara (napas) pada pasien. Ventilator akan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien. Lalu berhenti memompa agar udara keluar dari paru-paru dengan sendirinya.

Tekanan ini disebut dengan tekanan positif. Dalam beberapa kasus, ventilator bisa digunakan untuk membantu seseorang membuang napas.

Ventilator modern bisa mengontrol jumlah pasokan oksigen yang akan diterima pasien. Jika kondisi pasien memburuk, monitor akan mengirim sinyal ke tenaga medis sebagai tanda ada penngkatan tekanan udara.

Untuk membantu pasien bernapas, ventilator bisa menggunakan selang udara atau juga masker pernapasan untuk menyalurkan oksigen. Tergantung dari kondisi pasien yang menggunakannya.

Dokter, sebelum memasang ventilator, akan melakukan intubasi untuk memasukkan selang khusus melalui mulut, hidung, atau lubang yang dibuat di bagian depan leher pasien (trakeostomi). Ventilator kemudian akan dihubungkan pada selang tersebut, setelah intubasi selesai.

Apa setiap orang dengan Covid-19 Harus Menggunakan Ventilator?

Dijelaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa sekitar 80% orang dengan Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, sembuh tanpa memerlukan perawatan rumah sakit.

Namun satu dari enam orang bisa jadi menderita sakit parah.

Dalam kasus yang parah ini, virus menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Menyebabkan kadar oksigen tubuh turun dan membuatnya sulit bernapas.

Untuk meringankan ini, ventilator digunakan untuk mendorong udara, dengan meningkatkan kadar oksigen ke paru-paru pasien.

Ventilator juga memiliki pelembab udara. Menambah panas dan kelembaban pada pasokan udara, sehingga sesuai dengan suhu tubuh pasien.

Pasien diberikan obat untuk mengendurkan otot-otot pernapasan sehingga pernapasan mereka dapat sepenuhnya diatur oleh mesin.

Kapan ventilator diperlukan?

Kapan alat ventilator ini benar-benar diperlukan oleh seorang pasien? Simak ini ya.

Bisa jadi seseorang akan memerlukan ventilator saat baru pulih dari suatu penyakit. Atau juga karena ada masalah lainnya. Semua bisa memerlukan, baik bayi, anak-anak, dan orang dewasa.

Berikut ini beberapa contoh yang memerlukan ventilator:

Selama operasi

Ventilator dapat melakukan pernapasan sementara saat kamu sedang dibius total.

Sembuh dari operasi

Kadang-kadang seseorang membutuhkan ventilator untuk membantu bernapas selama beberapa jam, atau bahkan berhari-hari setelah operasi.

Ketika sulit bernafas

Ventilator dapat membantu kamu bernapas kalau memiliki penyakit paru-paru atau kondisi lain yang membuat kamu sulit bernafas.

Beberapa kondisi yang mungkin memerlukan penggunaan ventilator antara lain:

  • amyotrophic lateral sclerosis (ALS), umumnya dikenal sebagai penyakit Lou Gerhig
  • koma atau kehilangan kesadaran
  • kerusakan otak
  • paru-paru yang kolaps
  • penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • overdosis obat
  • Sindrom Guillain-Barré
  • infeksi paru-paru
  • myasthenia gravis
  • radang paru-paru
  • polio
  • perkembangan paru-paru prematur (pada bayi)
  • stroke
  • cedera tulang belakang bagian atas

Bagaimana Rasanya Menggunakan Ventilator?

Apa yang dirasakan tergantung pada tingkat keparahan penyakit pasien. Sebagai contoh, beberapa orang dapat melanjutkan kegiatan rutin, seperti membaca atau menonton televisi. Sementara yang lain perlu menahan aktivitas untuk mencegah mereka menarik keluar tabung pernapasan mereka.

Pasien atau perawat juga perlu belajar bagaimana melakukan pengisapan, untuk mencegah lendir menyumbat tabung.

Salah satu hal yang paling membuat frustrasi saat menggunakan ventilator adalah pasien tidak dapat berbicara. Ada katup yang disebut Passy Muir Valve yang dipasang pada trach untuk memungkinkan pasien berbicara. Jika pasien sudah cukup tua dan dalam keadaan sadar, sebaiknya minta mereka untuk menulis pesan pada kertas atau notepad. Setidaknya ini memberi mereka perasaan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang yang dicintai.

Jika pasien diharuskan menggunakan ventilator untuk waktu yang lama, bisa konsultasi dengan dokter kemungkinan menggunakan ventilator portabel.

Ventilator tidak menyebabkan rasa sakit pada pasien. Namun, ada periode transisi pasien mungkin mengalami ketidaknyamanan saat mereka terbiasa dengan perangkat ini.

Baca juga:
* 6 Cara Melindungi Kesehatan Mental Remaja Saat Wabah Corona

Setelah kondisi pasien membaik, biasanya ada periode “penyapihan” sebelum melepas ventilator. Untuk membuat orang terbiasa bernapas sendiri.

Sudah jelas ya apa itu ventilator dan apa fungsi dan bagaimana cara kerjanya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber:

https://www.sonashomehealth.com/medical-ventilator/

https://www.bbc.com/news/health-52036948

https://www.healthline.com/health/ventilator

Share Article: